Suatu malam di Aloon-Aloon Ponorogo sekitar jam 2

IMG_8677_1Mereka para bencong sekitar 15 atau 17 orang, rame-rame nyari saya yang sedang ngopi di Aloon Aloon sebelah timur depan masjid Agung.

Hujan mengguyur lumayan lebat, makeup mereka sudah mulai berantakan kena air hujan.

Bencong yang mengaku dari Blitar minta amalan agar laris!!!! Saya kaget bukan kepalang: “ha!!! Amalan untuk begituan!!???””
Kawan kawannya ngakak!!!

Satu lagi (Melly) bertanya yang membuat bulu kuduk saya merinding: “Pak Ustadz! Yang saya jalani ini dosanya bagaimana Pak? Kalau rejeki ini dimakan anak istri saya, apa mereka bisa masuk surga?”

Ya Rabb, malam itu memang petir menyambar beberapa kali. Tapi pertanyaan Melly jauh lebih memekakkan telinga dan hati saya.

Saya tidak kepingin menggurui mereka, kita biasanya saling ejek. Bahkan saya pernah mereka tawari begituan. Saya tolak, saya nggak selera!!! Saya lebih yakin Allah memberi saya yang terbaik dengan yang saya lakukan sekarang, saya yakin jalan yang ditawarkan Allah lebih indah, aman dan manusiawi.

Saya tanggapi pertanyaan dan permintaan mereka di atas:
1. Kita malah harus bersyukur kalau pas lagi beginian nggak laku. Berarti Allah masih mencintai kita, hingga kita tidak bisa tunduk pada nafsu. Tidak semua musibah adalah murka Allah. Bisa jadi ia bentuk kasih sayang Allah kepada pelaku maksiat dengan mencegahnya agar tidak terjadi. Jadi amalan malah nggak usah. (Mereka senyam-senyum)
2. Hasil tanam biasanya seperti bibit yang disemaikan. Allah tidak menghendaki amal dari yang tidak baik. Tidak ada kata terlambat untuk kembali kepada Allah. Allah menghapus segala rekam jejak buruk dengan kebaikan yang senantiasa kita persembahkan sebagai wujud dan bukti keinginan baik kita. Bila manusia tidak menganggap, jangan putus asa. Allah membentangkan pintu kasih sayangnya bagi siapapun.

Saya malah berterima kasih kepada mereka yang berkenan mendidik saya dengan cara Allah yang ada pada mereka.

Obrolan selanjutnya lebih kepada candaan: tanya merk dan harga lipstik, bedak, parfum dan deodoran yang biasa mereka kenakan.

Ada yang nyletuk: “Ya Allah!! Pak Ustadz, masak Melly cuma pakai bedak karungan dapat pelanggan top, dapet satu juta lho Pak Ustadz!!”
Sampingnya nimpali: “He! Jangan bawa bawa Allah! Dosa! Kualat!”
Mereka tertawa ngakak…
Alhamdulillah, di hati mereka masih ada Allah.

Hati saya tersayat, saya memohon, semoga mereka lekas keluar dari “neraka” ini!!!!!!!! Ya Rabb!!!

Obrolan kami terhenti, toa masjid agung sudah mulai sholah-sholah. Saya bayar kopi kami. Saya pamit ke masjid, mereka bubar.
Ampuni saya ya Rabb!! Belum mampu maksimal berbuat baik untuk mereka!!!
Selepas shalat di masjid agung saya menangis sejadi-jadinya. Mereka sekarang di pandang orang lain buruk, tapi sudah banyak yang kepingin baik. Saya yang dipandang mereka baik, belum tentu akhir hayat saya husnul khatimah.
Selamatkan saya ya Rabb!!!

About CakTip

Pelayan santri-santriwati Pondok Modern Arrisalah Program Internasional di Kota-Santri Slahung Ponorogo Jawa-Timur Indonesia K. Post 63463. Lahir di Segodorejo Sumobito Jombang JATIM di penghujung Ramadhan 1395 H. Pernah bantu-bantu di IPNU Sumobito Jombang, IPM SMA Muh 1 Jombang, beberapa LSM, karya ilmiah, teater, dll. Lagi demen-demenya sama design grafis (corel). Sekarang lagi ngarit rumput hidayah di lapangan perjuangan PM Arrisalah. Sekali waktu chekout ke beberapa tempat yang bikin penasaran untuk nambah ilmu. Duh Gusti! Nyuwun Husnu-l-Khatimah!

Posted on 1 Februari 2014, in Cak Tip, Kolom and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: