UNTUK (ALM) KH SAHAL MAHFUDZ RAIS SYURIAH PBNU

UNTUK (ALM) KH SAHAL MAHFUDZ RAIS SYURIAH PBNU

Selamat jalan Guru kami, Bapak kami, Kiai kami. Semoga kami mampu meneruskan perjuanganmu. Ya Rabb kumpulkan kami bersama orang orang yang kami cintai….!!!
husnu-l-khatimah nggeh Kiai… husnu-l-khatimah nggeeehhh Romo………………… T_T

SALAH SATU GURU SEJATIKU, SUNGKEM DALEM ROMOOO….!!!
Mbah Sahal membaca kitab musalsal bersamaan dan menirukan apa yang Mbah Sahal contohkan. Seperti saat membaca musalsal bi a’udzubillahi min as-syaithan ar-rajim, Mbah Sahal mengingatkan agar para siswa terlebih dahuli membaca lafadz ‘a’udzubillahi as-sami’il ‘alim’, kemudian Mbah Sahal membenarkan bacaan mereka dengan bacaan ta’awudz ’’a’udzubillahi min as-syaithan ar-rajim’’. Barulah para siswa membaca ta’awudz dengan benar. Tak sedikit siswa menitikkan air mata karena terharu.
KH. Mohammad Ahmad Sahal Mahfudz (lahir di Kajen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, 17 Desember 1937 – meninggal di Semarang, 24 Januari 2014 pada umur 76 tahun) adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak tahun 2000 hingga saat ini. Sebelumnya selama dua periode menjabat sebagai Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sejak 1999 hingga saat ini.

Biografi
Kiai Sahal selama 10 tahun memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah, kemudian didaulat menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI pada Juni 2000 sampai tahun 2005.
Di luar itu, Kiai Sahal adalah pemimpin Pesantren Maslakul Huda (PMH) sejak tahun 1963. Pesantren di Kajen Margoyoso (Pati, Jawa Tengah) ini didirikan ayahnya, KH Mahfudh Salam, pada 1910. Selain itu Kiai Sahal adalah rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU), Jepara, Jawa Tengah sejak tahun 1989 hingga sekarang.
Kiai Sahal biasa menulis namanya secara resmi sebagai HMA. Sahal Mahfudh (menggunakan dh [bukan dz] untuk nama belakang). Tiga huruf paling depan merupakan kependekan dari Haji Muhammad Ahmad.
Kiai Sahal mendapatkan gelar doktor kehormatan dari UIN Syarif Hidayatullah (2003).

Akhir Hayat
Pada tanggal 24 Januari 2014, Kiai Sahal tutup usia di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

DESA KAJEN KECAMATAN MARGOYOSO KABUPATEN PATI KAJEN
Adalah nama desa yang ada Jawa Tengah di Kabupaten Pati wilayah utara tepatnya di Kecamatan Margoyoso.
Secara Geografis daerah Kajen dibentuk oleh lereng Gunung Muria yang berbukit-bukit, lembah di kakinya yang subur, serta tepian pantai yang landai dengan perairan laut yang tenang.
Daerahnya terhampar dari ketinggian sekita 300 m dari permukaan laut di daerah lereng pegunungan hingga kebatas permukaan laut di daerah tepi pantai. Kajen terletak di Kecamatan Margoyoso, kira-kira 18 km dari kota Pati ke arah utara. Luas Desa Kajen hanya sikitar 63 hektar. Di Desa ini tidak ada sawah sama sekali walaupun demikian roda Ekonomi di Desa ini berputar sangat kencang, sehingga di Desa kajen terdapat banyak bangunan-bangunan yang menjulang tinggi, seperti Pondok Pesantren, Gedung Madrasah-madrasah, dan rumah penduduk Desa kajen. Mayoritas penduduk bermatapencaharian sebagai Wiraswasta sehingga banyak ditemukan toko, warung, dan rental di desa ini. Bahkan disepanjang jalan Ngemplak-Bulumanis berjajar toko-toko yang menawarkan aneka produk.
Di Desa ini ada sekitar 30-an Pondok Pesantren putra-putri, 4 Madrasah (Mathali’ul Falah, Salafiyah, PRIMA, Hadiwijaya) dan fasilitas panunjang bagi Masyarakat Desa Kajen dan sekitarnya seperti Masjid, TPQ, PAUD, TK, SD, SMK, PUSPELA, LPBA, dll, di Desa Kajen pula terdapat banyak tokoh-tokoh Islam yang berperan dalam penyebaran Agama Islam diwilayah Pati, salah satunya adalah KH Sahal Mahfudz, Rois Amm PBNU.
Di desa ini juga terdapat Makam Waliyullah Syeikh Ahmad al-Mutamakkin, yang menyebarkan agama Islam di wilayah Pati sekitar abad 17. Menurut masyarakat setempat beliau adalah cicit Jaka Tingkir, dari bapak yang bernama Pangeran Benawa II. Banyak murid-murid dan keturunan beliau yang menjadi Ulama’-ulama’ besar di zamannya. Dari murid beliau diantaranya Syeikh Ronggo Kusumo, Syeikh Badar, Syeikh Mizan, dll. Sedangkan keturunannya antara lain Syeikh Hendro Muhammad, KH Bagus, KH Abdussalam, KH Nawawi, KH Sirodj, KH Abdullah Salam, KH Baidlowi Sirodj, KH Hasyim Asy’ari, KH Bisri Syamsuri, KH Sahal Mahfudz, Gus Dur, dll. Setiap tanggal 9 syuro/9 muharam ada kegiatan rutin untuk khoul syeik Ahmad al-Mutamakkin, ini menjadi suatu agenda tersendiri bagi desa kajen.
Pemakaman KH.sahal mahfudz, rencananya akan di langsungkan di komplek pemakaman Mbah muttamakin, kajen margoyoso pati, pada jam 9 Wib, bagi para penjiarah yang mau datang silahkan, tapi mengingat keadaan banjir di sekitar pati di mohon untuk sementara sholat ghoib dulu. lalu lintas di Kudus lumpuh . antrian kemacetan sampai Jekulo. Tidak bisa ke Kajen,yg penting jgn lewat Kudus. Sebaiknya Purwodadi. Meski banjir, tp masih bisa dilewati. Macet juga tapi tidak parah.

Posted on 24 Januari 2014, in Artikel and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: