AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH SEBAGAI SEBUAH BINGKAI KEYAKINAN, AMALAN DAN BUDAYA

Adalah benar apa yang dikatakan oleh Prof. Dr. Jalal Muhammad Abdulhamid Musa dalam disertasinya “Nasy’atu al-Asy’ariyah wa Tathowwuruha“, bahwa sebutan Ahlussunnah wal Jama’ah itu sekarang menjadi rebutan banyak kelompok yang mengklaim dirinya sebagai “Ahlusunnah wal Jama’ah“, tanpa kejelasan identitas dan ciri-cirinya, tanpa kejelasan dari mana sumbernya, tanpa diketahui tokoh-tokoh pendukung dalam rantai keilmuan dan gerakannya.

Pada masa sebelum ini justru banyak kelompok atau golongan yang merasa alergi apabila disebut sebagai Ahlussunnah wal Jama’ah, karena menilai golongan Ahlussunnah ini sebagai representasi “golongan kolot, atau golongan ahli bid’ah“ yang tertinggal dan tidak modern.

Dalam buku yang saya tulis “Ahlussunnah wal Jama’ah Dalam Persepsi dan Tradisi NU“, saya katakan, bahwa untuk memahami apa sebenarnya Ahlussunnah wal Jama’ah, kita perlu menggunakan tiga macam pendekatan, yaitu :
Pendekatan Doktrinal, yang mengkaji doktrin-doktrin Ahlussunnah mulai dari sum-ber asalnya, yaitu Rasulullah saw dan para Shahabatnya (ma Ana ‘alaihi wa Ash-haby), terutama masalah-masalah “Ushuluddin” (aqidah), dengan segala dinamikanya sampai sekarang.
Pendekatan Historik, yang mengkaji perkembangan konsep dan dinamika pandangan Ahlussunnah tersebut, sepanjang sejarah perjalanan, seperti apa beda antara pandangan “golongan Salaf dan golongan Kholaf “, dan mengapa hal tersebut terjadi, munculnya ilmu kalam yang sarat dengan dalil-dalil aqliyah, dan seterusnya.
Pendekatan Kultural, yang mengakaji sejauh mana pengaruh dimensi tempat dan waktu terhadap sebuah konsep dan doktrin. Mengapa sama-sama satu aliran terdapat perbedaan pemikiran, seperti antara Imam Abulhasan al-Asy’ari sebagai pendiri “aliran Asy’ariyah“, dengan Al-Baqillani atau Al-Juwaini (murid dan pengi-kut Asy’ariyah juga), dalam mensikapi pemaknaan dan penafsiran ayat-ayat mutasyabihat.

Hal-hal seperti itu akan lebih banyak lagi, apabila kita amati dalam prakrik amaliyah diniyah yang didasarkan pada hasil-hasil ijtihad para ulama mujtahidin, baik dalam kapasitasnya sebagai ibadah makhdlah (ibadah murni) atau dalam tradisi budya (‘adiyah wa tsaqafiyah), seperti jumlah raka’at sholat tarawih, masalah qunut, masalah membaca basmalah dalam fatihah, masalah tahlil, talqin dan lain sebagainya. Mungkin sebagian besar umat Islam tidak sempat mentelaah kitab kitab ushul fiqih, khususnya yang terkait dengan “ikhtilafu al-madzahib“, dan “asbabu ikhtilafi al-fuqaha’ “, juga tidak sempat mengakses kajian-kajian kritis seperti “Atsaru al-Ikhtilaf fi al-Qawa’id al-Ushuliyah fi Ikhtilaf al-Fuqaha”, yang ditulis oleh Prof . Dr. Musthafa Sa’id al-Khin. Atau kajian kritis “Atsaru al-Adillah al-Mukhtalaf Fiha fi al-Fiqh al-Islami “, yang ditulis oleh Prof. Dr. Musthafa Diyb al-Bugha, dan lain sebagainya.

Kajian singkat yang di tulis oleh saudara H. M. Cholil Nafis Lc. MA. (kandidat doktor dalam Ilmu Ekonomi Islam), ini merupakan paparan baru dalam menyajikan pemahaman dan wawasan masalah-masalah aktual dalam tradisi kegiatan keagamaan yang banyak dilakukan oleh masyarakat Islam Indonesia, yang disertai dalil dan hujjahnya agar mereka yang melakukannya tidak sebatas “beramal tanpa ilmu yang mendasarinya“. Buku ini, saya kira perlu dimiliki dan difahami oleh kaum nahdliyin dan mereka yang menjadi pengikut Ahlussunnah wal Jama’ah yang lain. Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Prof. DR. KH Muhammad Tholhah Hasan

About CakTip

Pelayan santri-santriwati Pondok Modern Arrisalah Program Internasional di Kota-Santri Slahung Ponorogo Jawa-Timur Indonesia K. Post 63463. Lahir di Segodorejo Sumobito Jombang JATIM di penghujung Ramadhan 1395 H. Pernah bantu-bantu di IPNU Sumobito Jombang, IPM SMA Muh 1 Jombang, beberapa LSM, karya ilmiah, teater, dll. Lagi demen-demenya sama design grafis (corel). Sekarang lagi ngarit rumput hidayah di lapangan perjuangan PM Arrisalah. Sekali waktu chekout ke beberapa tempat yang bikin penasaran untuk nambah ilmu. Duh Gusti! Nyuwun Husnu-l-Khatimah!

Posted on 27 Mei 2011, in Pemikiran and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: