PENERAPAN PROPOSISI DARI KATEGORIK DAN HIPOTETIK (SEBUAH KONTEMPLASI)

TUGAS AKHIR FILSAFAT

 

 

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester

Mata Kuliah : Filsafat Ilmu Hukum

Dosen Pembina :

Drs.Rosichin Manshur,S.Fil, M.Pd

 

 

Oleh:

Sunartip

NIM 2101060015

PROGRAM MAGISTER HUKUM ISLAM

PROGRAM PASCA SARJANA

UNIVERSITAS ISLAM MALANG

2011

PENDAHULUAN

Filsafat bagi sebagian orang Islam seolah racun dalam darah, yang harus dinetralisir, bahkan kalau perlu dibuang anggota tubuh yang terlancur terjangkiti. Hal ini terasa wajar bila ditilik dari perjalanan panjang sejarah perkembangan filsafat pada mulanya.   Proses persenyawaan filsafat dengan para pemikir Islam baru terasa kental setelah al-Kindi, al-Farabi, al-Ghazali dan tokoh-tokoh Islam lainnya meletakkan filsafat sebagai salah satu instrument berfikir runtut untuk mencapai tingkat pemahaman tertentu dari sebuah masalah yang berkembang.

Ilmu sebagai salah satu “ciptaan” Tuhan, merupakan hal yang terpisahkan dengan kehidupan dan perkembangan peradaban manusia, tanpa ilmu manusia akan mengalami kebuataan luar biasa dalam perperilaku, berbudaya, bahkan beragama.  Maka Islam meletakkan posisi ilmu benar-benar pada level terhormat, begitu pula penempatan orang – orang yang menyelami ilmu.

Kedua hal di atas (filsafat dan ilmu) seolah menjadi senyawa yang terakusisi satu sama lain, hingga perjalan peradaban manusia modern mengalami perubahan besar karenanya.  Penulis yakin, bahwa Allah menghadirkan apapun yang ada di muka bumi ini (termasuk filsafat dan ilmu) dengan daya guna yang harus terus dikaji dan dikembangkan untuk kemaslahatan ummat manusia.

Semoga tulisan pendek ini mampu memjawab berbagai permasalahan yang berkaitan dengan filsafat, ilmu dan netralitas kebenaran.  Sehingga mampu ditemukan formula dan kesadaran baru akan arti penting segala hal yang tersebut di atas bagi kehidupan manusia.

Penulis ucapkan terimakasih kepada Drs. Rozichin Manshur, MSFil, MPd, selaku dosen pembimbing mata kulian Ilmu Filsafat yang telah banyak berjasa bagi penulis untuk memahami filsafat dan apapun yang berkenaan dengannya secara cerdas, unik, sekaligus menarik.

 

 

 

 

 

BAB I

FILSAFAT MEMILIKI PENGARUH YANG LUAR BIASA SEBAGAI SEBUAH METODE BERPIKIR DALAM MENGANALISIS PERSOALAN SECARA RADIKAL DAN MENYELURUH

Tidak dapat dipungkiri bahwa Filsafat memiliki pengaruh yang luar biasa sebagai sebuah metode berpikir dalam menganalisis persoalan secara radikal dan menyeluruh hingga turut berperan penting dalam membentuk pola pikir dan perilaku keseharian manusia baik sebagai individu maupun warga masyarakat.  Filsafat juga memiliki andil dan pengaruh sebagai pembentuk dasar pandangan dunia Islam yang mengisi ruh kebudayaan dan peradaban Islam.

Filsafat dapat berguna membantu penyelesaian problem-problem konkret umat Islam di Indonesia terjebak ke dalam pola pikir pragmatis,  legalistik,  dan product oriented  yang selalu mengukur manfaat suatu wacana dan aktivitas dari nilai guna seketika (instantly), formalitas yang tertera secara verbal linguistik, dan kasat mata yang dapat dihitung dengan angka. Hal ini Tercermin dalam seperti sosial politik, penegakan supremasi hukum, pengentasan kebodohan dan kemiskinan, dan sebagainya.  Pola berfikir yang terlatih, rasional, kritis, refleksif, radikal (mendasar, mendalam), sistematis, dan menyeluruh secara epistemologis akan mengonstruksi pemikiran dan mental kita untuk lebih rendah hati, bijak, rasional (tidak sentimental), transparan, dan terbuka untuk siap dikritik dan berdiskusi secara argumentatif. Maka studi filsafat dapat berperan mengasah dan mempertajam penalaran, dan juga membongkar kejumudan pola pikir yang diwarisi.

BAB II

PENERAPAN PROPOSISI DARI KATEGORIK DAN HIPOTETIK (SEBUAH KONTEMPLASI)

 

A. Proposisi Tunggal dan Majemuk

A.1. Proposisi Tunggal

߉ôJysø9$# ¬! Å_Uu‘ šúüÏJn=»yèø9$# ÇËÈ

2.  Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (QS Al Fatihah: 2)

Proporsisi yang bisa siambil dari ayat diatas adalah:

 Pujian hanya milik Allah, maka selain Allah tidak terpuji.

A.2. Proposisi Majemuk

uqèd ü“Ï%©!$# tAt“Rr& y7ø‹n=tã |=»tGÅ3ø9$# çm÷ZÏB ×M»tƒ#uä ìM»yJs3øt’C £`èd ‘Pé& É=»tGÅ3ø9$# ãyzé&ur ×M»ygÎ7»t±tFãB ( $¨Br’sù tûïÏ%©!$# ’Îû óOÎgÎ/qè=è% Ô÷÷ƒy— tbqãèÎ6®KuŠsù $tB tmt7»t±s? çm÷ZÏB uä!$tóÏGö/$# ÏpuZ÷GÏÿø9$# uä!$tóÏGö/$#ur ¾Ï&Î#ƒÍrù’s? 3 $tBur ãNn=÷ètƒ ÿ¼ã&s#ƒÍrù’s? žwÎ) ª!$# 3 tbqã‚Å™º§9$#ur ’Îû ÉOù=Ïèø9$# tbqä9qà)tƒ $¨ZtB#uä ¾ÏmÎ/ @@ä. ô`ÏiB ωZÏã $uZÎn/u‘ 3 $tBur ㍩.¤‹tƒ HwÎ) (#qä9’ré& É=»t6ø9F{$# ÇÐÈ

Artinya :

Dia-lah yang menurunkan Al kitab (Al Quran) kepada kamu. di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat,Itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, Maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, Padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.     (QS Ali Imran : 7)

Ayat di atas mengandung beberapa proposisi mejemuk yang dapat dibentuk menjadi premis sebagai berikut :

  • Al Qur’an mengandung ayat-ayat muhkamat
  • Ayat-ayat muhkamat memberi petunjuk kepada manusia
  • Manusia yang diberi petunjuk berakal                                      .

Jadi Al Qur’an memberi petunjuk bagi manusia yang berakal.

       B. Proposisi Hipotetik

            B.1. Hipotetik Kondisional

$yg•ƒr’¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä $yJ¯RÎ) šcqä.Ύô³ßJø9$# Ó§pgwU Ÿxsù (#qç/tø)tƒ y‰Éfó¡yJø9$# tP#tysø9$#

Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, Maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam (QS At Taubah : 28)

Jika seseorang itu musyrik (tidak beragama Islam) maka ia dilarang masuk Masjidil Haram. Joshep beragama nashrani. Jadi Joshep dilarang masuk ke Masjidl Haram.

 

B.2. Disyungtif

Ÿwur (#qßsÅ3Zs? ÏM»x.Ύô³ßJø9$# 4Ó®Lym £`ÏB÷sム4

Artinya :

“dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sehingga mereka beriman”. (QS Al baqarah ; 221)

Dari ayat di atas dapat diperoleh premis sebagai berikut :

  • Kamu gadis yang beriman atau kafir
  • Kamu menyembah pohon
  • Jadi kamu kafir maka ia tidak boleh dinikahi sampai beriman

           

B.3. Konjungtif

$pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãYtB#uä Ÿw (#qç/tø)s? no4qn=¢Á9$# óOçFRr&ur 3“t»s3ߙ 4Ó®Lym (#qßJn=÷ès? $tB tbqä9qà)s? Ÿ

Artinya :

“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam Keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan”.                 (QS An Nisaa : 43)

Dari ayat di atas dapat diperoleh premis sebagai berikut :

  • Orang beriman tidak dapat sholat dan ia dalam keadaan mabuk
  • Orang beriman itu sedang sholat
  • Jadi orang beriman itu tidak mabuk

Kesimpulan yang diperoleh bersifat afirmatif-negatif

BAB III

PENERAPAN PERLAWANAN (OPOSISI)

 

A. Perlawanan atau Oposisi

Pengertian Perlawanan (Oposisi)

Di antara keempat macam proposisi kategoris, yaitu A, E, I, dan O, yang mempunyai kelas subyek dan predikat yang sama, terdapat suatu relasi di antara mereka yang cukup mendapat perhatian para ahli logika. Relasi yang dimaksud ialah relasi antara dua proposisi yang mempunyai kelas subyek dan predikat yang sama, tetapi berbeda dalam kuantitas dan/atas kualitasnya. Relasi demikian disebut relasi perlawanan (oposisi). Berpijak pada rumusan tersebut, kita mengenal macam-macam perlawanan sebagai berikut:

 

Hukum-hukum perlawanan

Hukum Pertama:

Dalam perlawanan kontradiktoris, kedua proposisi yang berlawanan tidak dapat sekaligus benar dan juga tidak dapat sekaligus salah.

Jadi, jika proposisi yang satu diketahui benar, proposisi yang lain pasti salah; dan sebaliknya, jika proposisi yang satu diketahui salah, proposisi yang lain pasti benar.

Misalnya:

$yJ¯RÎ) tP§ym ãNà6ø‹n=tæ sptGøŠyJø9$# tP¤$!$#ur zNóss9ur ͍ƒÌ“Yςø9$# !$tBur ¨@Ïdé& ¾ÏmÎ/ ΎötóÏ9 «!$# ( Ç`yJsù §äÜôÊ$# uŽöxî 8ø$t/ Ÿwur 7Š$tã Ixsù zNøOÎ) Ïmø‹n=tã 4

Artinya :

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah[108]. tetapi Barangsiapa dalam Keadaan terpaksa (memakannya) sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya”. (QS Al baqarah : 173)

kalau “Semua semua darah dan bangkai itu haram” diketahui benar maka lawan kontradiktorisnya “Beberapa darah dan bangkai tidak haram” pasti salah. Sebaliknya kalau “Beberapa darah dan bangkai itu haram” diketahui salah, maka “Semua darah dan bangkai itu haram” adalah benar.

 

Hukum Kedua:

Dalam perlawanan kontraris, kedua proposisi yang berlawanan tidak dapat sekaligus benar, tetapi dapat sekaligus salah.

Jadi, jika proposisi yang satu diketahui benar, proposisi yang lain pasti salah, proposisi yang lain bisa benar bisa salah (tidak pasti).

من أراد الله خيرا يفقهه في الدين

Artinya :

Barangsiapa dikehendaki Allah menjadi baik, maka Allah memahamkan agama untuknya”. HR Bukhari-Muslim

Sehingga :                                                                                                               kalau “Semua manusia itu adalah baik”, diketahui benar, maka lawan kontrarisnya “Semua manusia bukanlah baik” adalah salah. Sebaliknya kalau “Semua manusia itu adalah baik” diketahui salah, maka lawan kontrarisnya “Semua manusia bukanlah baik” dapat benar, tetapi juga dapat salah. Jadi ada kemungkinan bahwa kedua proposisi yang berelasi secara kontraris dapat sama-sama salah.

 

Hukum Ketiga:

Dalam perlawanan subkontraris, kedua proposisi yang berlawanan tidak dapat sekaligus salah, tetapi dapat sekaligus benar.

Jadi, jika proposisi yang satu diketahui salah proposisi yang lain pasti benar; tetapi jika proposisi yang satu diketahui benar, proposisi yang  lain bisa benar bisa salah (tidak pasti).

Contoh dari hadits di atas :

kalau “Beberapa manusia adalah ketua diketahui salah maka lawan sub-kontrarisnya “Beberapa manusia bukanlah ketua adalah benar. Tetapi apabila “Beberapa manusia adalah ketua adalah benar, maka lawan sub-kontrarisnya “Beberapa manusia bukanlah ketua” dapat benar tetapi dapat juga salah. Jadi ada kemungkinan keduanya dapat sama-sama benar.

Hukum Keempat:

Dalam perlawanan subaltern, jika universal diketahui benar, proposisi partikular pasti benar; jika proposisi partikular diketahui salah, proposisi universal pasti salah; sebaliknya jika proposisi universal diketahui salah, proposisi partikular bisa benar bisa salah, jika proposisi partikular benar, proposisi universal bisa benar bisa salah.

Contoh dari hadits di atas :

Kalau “Semua manusia adalah ketua” diketahui benar, maka “Beberapa manusia adalah pemimpin” pasti benar.    Atau kalau “Semua manusia bukanlah ketua” benar, maka “Beberapa manusia bukanlah ketua” pasti benar. Tetapi kalau proposisi “Semua manusia adalah ketua” diketahui salah, maka”Beberapa manusia adalah ketua” dapat benar atau salah.            Begitu juga “Semua manusia bukanlah ketua“ diketahui salah, maka “Beberapa manusia bukanlah ketua” bisa benar, bisa juga salah.

Tetapi kalau “Beberapa manusia bukanlah ketua” diketahui salah maka “Semua manusia adalah ketua” diketahui salah maka “Semua manusia adalah ketua” atau “Semua manusia bukanlah ketua” pasti salah.

 

B. Terapan Silogisme :

Contoh 1 :

ô‰s% yxn=øùr& tbqãZÏB÷sßJø9$# ÇÊÈ   tûïÏ%©!$# öNèd ’Îû öNÍkÍEŸx|¹ tbqãèϱ»yz ÇËÈ   tûïÏ%©!$#ur öNèd Ç`tã Èqøó¯=9$# šcqàÊ̍÷èãB ÇÌÈ   tûïÏ%©!$#ur öNèd Ío4qx.¨“=Ï9 tbqè=Ïè»sù ÇÍÈ   tûïÏ%©!$#ur öNèd öNÎgÅ_rãàÿÏ9 tbqÝàÏÿ»ym ÇÎÈ

 

Artinya :

  1. 1.      Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
  2. 2.      (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya,
  3. 3.      dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
  4. 4.      dan orang-orang yang menunaikan zakat,
  5. 5.      dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,(QS Al Mukminun : 1-5)

Dari ayat-ayat di atas dapat dibentuk satu premis yang berurutan :

  • orang yang beruntung adalah yang beriman
  • orang yang beriman adalah yang khusyu’ dalam sembahyangnya
  • orang yang khusyu’ sembahyang jauh dari perbuatan yang tidak berguna
  • orang yang jauh dari perbuatan tidak berguna adalah menunaikan zakat
  • orang yang menunaikan zakat adalah orang yang menjaga kemaluannya

Jadi orang yang menjaga kemaluannya adalah orang beriman.

 

C. Silogisme dalam Kehidupan Sehari-hari

C.1. Ephikerema

‘@Ïtä†ur ÞOßgs9 ÏM»t6Íh‹©Ü9$# ãPÌhptä†ur ÞOÎgøŠn=tæ y]Í´¯»t6y‚ø9$#

 “dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS Al A’raaf : 157)

Contoh :

a         Segala yang baik adalah halal sebab memberikan manfaat bagi kesehatan badan. Setelah minum jamu badan Amir menjadi segar dan bergairah. Jamu adalah minuman yang berkhasiat dan banyak dibutuhkan orang. Maka jamu adalah halal.

b        Segala sesuatu yang menjijikan adalah haram. Bangkai adalah makanan yang buruk sebab menimbulkan rasa jijik dan berbau busuk. Bangkai juga merupakan sumber penyakit. Maka bangkai adalah haram.

C.2. Entimema

Contoh :يا أيها الذين أمنوا أوفوا بالعقود

wahai orang-orang yang beriman tepatilah janji-janjimu”

Menepati janji adalah perbuatan mulia karena menjaga kepercayaan.

Kalimat di atas dapat dipenggal menjadi dua :

a. menepati adalah mulia

b. karena (menepati janji) menjaga kepercayaan.

Kalimat a merupakan kesimpulan sedangkan kalimat b adalah premis minor (karena bersifat khusus). Maka silogisme dapat disusun:

Mn       : menepati janji menjaga kepercayaan

K         : menepati janji adalah mulia.

 

C.3. Sorites

Contoh :

إنما المؤمنون إحوة

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara”

  • Semua mukmin  adalah bersaudara
  • Semua orang yang bersaudara saling mengasihi
  • Semua orang yang mengasihi akan hidup rukun
  • Semua yang hidup rukun banyak temannya
  • Semua orang yang banyak temannya akan beruntung

Jadi, Semua mukmin  akan beruntung.

 

C.4. Dilema

Dilema merupakan silogisme yang dimulai dengan keputusan disyungtif tetapi premis minor dilema menunjukkan pada bagian manapun yang dipilih oleh “lawan”, maka “lawan” akan tetap salah. Sehingga dilema berarti  setiap situasi dimana kita harus memilih dua kemungkinan; dimana dua kemungkinan tersebut merupakan pilihan yang sukar.

Contoh :

öNä3s9ur ’Îû ÄÉ$|ÁÉ)ø9$# ×o4quŠym ’Í<‘ré’¯»tƒ É=»t6ø9F{$# öNà6¯=yès9 tbqà)­Gs? ÇÊÐÒÈ

“dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, Hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa”.(QS Al Baqarah : 179)

Dari ayat tersebut dapat diambil satu kesimpulan : Ada jaminan hidup dalam hukum qishas.

Bentuk dilemanya :

  • Ada jaminan hidup atau tidak dalam hukum qishas
  • Tidak ada jaminan hidup
  • Jadi (tidak dapat disimpulkan bahwa tidak ada hukum qishas)

BAB IV

PENERAPAN SILOGISME INDUKTIF

mengambil keputusan/kesimpulan secara umum dari dalil yang juz’iy (individu)

 

  1. Contoh :

ôMtBÌhãm ãNä3ø‹n=tæ èptGøŠyJø9$# ãP¤$!$#ur ãNøtm:ur ͍ƒÌ“Yσø:$#

Artinya :

“ diharamkan bagimu (memakan)bangkai, darah, daging babi”.(QS Al Maidah : 3)

Dari ayat di atas diperoleh satu kesimpulan bahwa bangkai,darah dan daging babi hukumnya haram. Maka semua bangkai dan darah binatang hukumnya haram untuk dimakan.

  1. Contoh :

õ‹è{ ô`ÏB öNÏlÎ;ºuqøBr& Zps%y‰|¹ öNèdãÎdgsÜè? NÍkŽÏj.t“è?ur $pkÍ5 Èe@|¹ur öNÎgø‹n=tæ ( ¨bÎ) y7s?4qn=|¹ Ö`s3y™ öNçl°; 3 ª!$#ur ìì‹ÏJy™ íOŠÎ=tæ ÇÊÉÌÈ

Artinya :

“ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.(QS At Taubah : 103)

Dari ayat tersebut dapat diambil satu logika induktif yakni :

  • Zakat diambil dari sebagian harta umat Islam
  • Harta kekayaan adalah sesuatu yang berharga
  • Sesuatu yang berharga termasuk emas dan perhiasan

Maka zakat diambil dari emas dan perhiasan umat Islam.

 

BAB V

SESAT FIKIR

Sebab Terjadinya Sesat Pikir

Sebab terjadinya sesat pikir karena bentuknya tidak tepat atau tidak sahih. Kesesatan demikan itu adalah kesesatan formal. Kesesatan formal terjadi karena pelanggaran terhadap kaidah-kaidah logika. Penalaran juga dapat sesat karena tidak ada hubungan logis antara premis dan konklusi. Kesesatan demikian itu adalah kesesatan relevansi mengenai materi penalaran. Tetapi banyak juga kesesatan terjadi karena sifat bahasa.

 

Macam-macam SesatPikir

a. Kesesatan karena aksen atau tekanan

Dalam ucapan tiap-tiap kata ada suku kata yang diberi tekanan. Perubahan tekanan dapat membawa perubahan arti. Maka kurang perhatian terhadap tekanan ucapan dapat mengakibatkan perbedaan arti dan kesesatan penalaran.

Contoh:

Tiap hari Pak Rosichin makan nasi.

Nasi adalah makanan                                    .

Jadi tiap pagi Pak Rosichin mencari nasi.

b.  Kesesatan karena Term Ekuivok

Term ekuivok itu term yang mempunyai lebih dari satu arti. Kalau dalam satu penalaran terjadi pergantian arti dari sebuah term yang sama, terjadilah penyesatan penalaran.

Contoh:

قل هو الله أحد

Tunggal adalah sifat wajib Alahiyah

Pak Rosichin anak tunggal                        .

Jadi Pak Rosichin bersifat wajibilahiyah.

 

 

c. Kesesatan karena amfibioli

Amfibioli terjadi karena konstruksi sebuah kaliat itu sedemikian rupa, sehingga artinya menjadi bercabang.

Misalnya:

Mahasiswa yang duduk di atas meja yang  paling depan

. … Apa yang paling depan, mahasiswa atau mejanya?

BAB VI

PERAN FILSAFAT ISLAM DALAM DUNIA MODERN

 

  1. a.      Menjawab Tantangan Modernitas

Pada saat ini umat Islam telah dilanda berbagai persoalah ilmiah filosofis, yang datang dari pandangan ilmiah-filosofis Barat yang bersifat sekuler. Berbagai teori ilmiah, dari berbagai bidang, fisika, biologi, psikologi, dan sosiologi, telah, atas nama metode ilmiah, menyerang fondasi-fondasi kepercayaan agama. Tuhan tidak dipandang perlu lagi dibawa-bawa dalam penjelasan ilmiah. Misalnya bagi Laplace (w. 1827), kehadiran Tuhan dalam pandangan ilmiah hanyalah menempati posisi hipotesa. Dan ia mengatakan, sekarang saintis tidak memerlukan lagi hipotetsa tersebut, karena alam telah bisa dijelaskan secara ilmiah tanpa harus merujuk kepada Tuhan. Baginya, bukan Tuhan yang telah bertanggung jawab atas keteraturan alam, tetapi adalah hukukm alam itu sendiri. Jadi Tuhan telah diberhentikan sebagai pemelihara dan pengatur alam. Demikian juga dalam bidang biologi, Tuhan tidak lagi dipandang sebagai pencipta hewanhewan, karena menurut Darwin (w. 1881), munculnya spesies-spesies hewan adalah karena mekanisme alam sendiri, yang ia sebut sebagai seleksi alamiah (natural selection). Menurutnya hewan-hewan harus bertransmutasi sendiri agar ia dapat tetap survive, dan tidak ada kaitannya dengan Tuhan. Ia pernah berkata, “kerang harus menciptakan engselnya sendiri, kalau ia mau survive, dan tidak karena campur tangan sebuah agen yang cerdas di luar dirinya.

Oleh karena itu dalam pandangan Darwin, Tuhan telah berhenti menjadi pencipta hewan. Dalam bidang psikologi, Freud (w. 1941) telah memandang Tuhan sebagai ilusi. Baginya bukan Tuhan yang menciptakan manusia, tetapi manusialah yang menciptakan Tuhan. Tuhan, sebagai konsep, muncul dalam pikiran manusia ketika ia tidak sanggup lagi menghadapi tantangan eksternalnya, serti bencana alam dll., maupun tantangan internalnya, ketergantungan psikologis pada figur yang lebih dominan.

Sedangkan Emil Durkheim, menyatakan bahwa apa yang kita sebut Tuhan, ternyata adalah Masyarakat itu sendiri yang telah dipersonifikasikan dari nilai-nilai sosial yang ada. Dengan demikian jelaslah bahwa, dalam pandangan sains modern Tuhan tidak memiliki tempat yang spesial, bahkan lama kelamaan dihapus dari wacana ilmiah. Tentu saja tantangan seperti ini tidak boleh kita biarkan tanpa kritik, atau respons kritis dan kreatif yang dapat dengan baik menjawab tantangan-tantangan tersebut secara rasional dan elegan, dan tidak semata-mata bersifat dogmatis dan otoriter. Dan di sinilah filsafat Islam bisa berperan sangat aktif dan signifikan.

b. Bagaimana Filsafat sebagai Pendukung Agama, mungkinkah?

Berbeda dengan yang dikonsepsikan al-Ghazali, di mana filsafat dipandang sebagai lawan bagi agama, sebenarnya filsafat bisa kita jadikan sebagai mitra atau pendukung bagi agama. Dalam keadaan di mana agama mendapat serangan yang gencar dari sains dan filsafat modern, filsafat Islam bisa bertindak sebagai pembela atau tameng bagi agama, dengan cara menjawab serangan sains dan filsafat modern terhadap agama secara filosofis dan rasional. Karena tantangan ilmiah-filosofis harus dijawab juga secara ilmiah-filosofis dan bukan semata-mata secara dogmatis. Dengan keyakinan bahwa Islam adalah agama yang menempatkan akal pada posisi yang terhormat, Islam pada dasarnya bisa dijelaskan secara rasional dan logis.

Selama ini filsafat dicurigai sebagai disiplin ilmu yang dapat mengancam agama. Apalagi filsafat yang selama ini dipelajari bukanlah filsafat Islam, melainkan filsafat Barat yang telah lama tercerabut dari akar-akar metafisiknya. Tetapi kalau kita betul-betul mempelajari filsafat Islam dan mengarahkannya secara benar, maka filsafat Islam juga adalah sangat potensial untuk menjadi mitra filsafat atau bahkan pendukung agama. Di sini filsafat bisa bertindak sebagai benteng yang melindungi agama dari berbagai ancaman dan serangan ilmiah-filosofis.

Serangan terhadap eksistensi Tuhan, misalnya dapat dijawab dengan berbagai argumen adanya Tuhan yang telah banyak dikemukakan oleh para filosof Muslim, dari al-Kindi, Ibn Sina, Ibn Rusyd dll. Serangan terhadap wahyu bisa dijawab oleh berbagai teori pewahyuan yang telah dikemukakan oleh banyak pemikir Muslim dari al-Ghazali, al-Farabi, Ibn Sina, Ibn Taymiyyah, Ibn Rusyd, Mulla Shadra dll. Demikian juga serangan terhadap validitas pengalaman mistik dan religius, juga telah dijawab secara mendalam oleh Muhammad Iqbal dalam bukunya Reconstruction of Religiuous Thought in Islam dan Mehdi Ha’iri Yazdi dalam bukunya The Principle of Epistemology in Islamic Philosophy: Knowledge by Presence. Dalam kedua karya ini, Iqbal dan Yazdi telah mencoba menjelaskan secara filosofis tentang realitas pengalaman religius dan mistik, dan berusaha menjadikan pengalaman mistik sebagai salah satu sumber ilmu yang sah. Wallahu’alam.

About CakTip

Pelayan santri-santriwati Pondok Modern Arrisalah Program Internasional di Kota-Santri Slahung Ponorogo Jawa-Timur Indonesia K. Post 63463. Lahir di Segodorejo Sumobito Jombang JATIM di penghujung Ramadhan 1395 H. Pernah bantu-bantu di IPNU Sumobito Jombang, IPM SMA Muh 1 Jombang, beberapa LSM, karya ilmiah, teater, dll. Lagi demen-demenya sama design grafis (corel). Sekarang lagi ngarit rumput hidayah di lapangan perjuangan PM Arrisalah. Sekali waktu chekout ke beberapa tempat yang bikin penasaran untuk nambah ilmu. Duh Gusti! Nyuwun Husnu-l-Khatimah!

Posted on 30 April 2011, in Cak Tip, Filsafat, Pemikiran and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Waslm.
    Ooo boleh… itu valditas hukumnya jelas kah? usaha kayak apa?

  2. Silvi Anggraini

    NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://uangtebal.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: