SAAT TEPAT MENGOREKSI ARAH KIBLAT KAMIS, 28 MEI & 16 JULI 2009 “SAAT TEPAT MENGOREKSI ARAH KIBLAT”

Oleh : Sa’ban Nuroni
arah kiblat
“Sudahkah sholat Anda menghadap kiblat? Tahukah Anda setiap pergeseran 1ú (satu derajat) akan membuat sholat Anda melenceng dari Ka’bah sejauh 145,67 kilometer”.

Badan Hisab Rukyat (BHR) Provinsi D.I. Yogyakarta pada periode April s.d. Mei 2007 melakukan pengecekan arah kiblat masjid di Provinsi D. I. Yogyakarta dengan mengambil sampel 78 Masjid Besar (masjid tingkat kecamatan). Dari pengecekan tersebut ditemukan fakta: 18 masjid atau 23% arah kiblatnya tepat, 60 masjid atau 77% arah kiblat belum tepat atau masih melenceng, besar kemelencengannya berkisar antara 5 s.d. 10 derajat terlalu ke utara atau ke selatan. Dari fakta itu kita dapat menghitung, kalau satu derajat saja sudah melenceng 145,67 kilometer bagaimana dengan yang melenceng sampai lima derajat?. Kita juga dapat menduga, kalau masjid tingkat kecamatan saja arah kiblatnya masih banyak yang belum lurus/tepat, lantas bagaimana dengan masjid di desa-desa, di dusun-dusun, dan bagaimana pula dengan kiblat sholat di rumah kita?

Kenyataan ini bisa terjadi disebabkan beberapa faktor, antara lain karena kekeliruan penggunaan kompas terutama kompas kiblat, belum tersedianya data geografis yang akurat juga penggunaan cara lama yang belum disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir.

Telah menjadi kesepakatan di kalangan ulama bahwa menghadap kiblat merupakan syarat sahnya seseorang dalam menjalankan shalat. Bagi orang yang berada di kota Makkah dan sekitarnya masalah menghadap kiblat tidak menjadi persoalan, karena dengan mudah mereka mengetahui posisi Ka’bah sebagai kiblatnya. Namun, bagi yang jauh dari Makkah timbul permasalahan tersendiri dalam menentukan posisi ke mana arah kiblat yang tepat. Memang, menurut para ulama kekurangtepatan arah kiblat tersebut tidak mengurangi keabsahan sholat. Namun Islam itu sendiri menganjurkan kita untuk mencari cara yang paling baik dan benar kemudian mengamalkannya dalam rangka mendapatkan kesempurnaan ibadah.

Berdasarkan tinjauan astronomis, terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk meluruskan arah kiblat, di antaranya menggunakan kompas, theodolit, rasi bintang serta fenomena posisi matahari serta transit utama matahari di atas kota Mekkah yang dikenal dengan istilah istiwa a’dham atau istiwa utama dikenal pula dengan sebutan rasydul qiblat. Metode meluruskan atau mengecek arah kiblat yang terakhir inilah yang paling mudah dan murah asalkan dilakukan dengan baik dan benar.

Istiwa adalah suatu fenomena astronomis saat posisi matahari melintasi meridian langit. Dalam penentuan waktu shalat, istiwa digunakan sebagai pertanda masuknya waktu shalat dhuhur. Pada saat tertentu di suatu daerah dapat terjadi peristiwa yang disebut istiwa utama atau istiwa a’dham yaitu saat posisi matahari berada tepat di titik kulminasi atas (zenit). Fenomena astronomis ini tidak terjadi di semua daerah, tapi hanya terjadi pada daerah 23,5 ° LU dan 23,5 ° LS. Ka’bah sebagai kiblat umat Islam secara geografis berada pada 21°25’ LU. Dengan demikian fenomena istiwa utama terjadi di Makkah adalah pada saat posisi matahari di atas Ka’bah pada deklinasi matahari sebesar lintang tempat Ka’bah (21°25’ LU) serta ketika berada pada titik kulminasi atas (zenit) dilihat dari Ka’bah (39°50 BT).

Istiwa utama dalam satu tahun terjadi dua kali yaitu pada tanggal 28 Mei pukul 16:17:56 WIB dan 16 Juli pukul 16:26:43 WIB untuk tahun basithah (tahun pendek). Adapun untuk tahun kabisat (tahun panjang) terjadi pada bulan 27 Mei pukul pukul 16:17:56 WIB dan 15 Juli pukul 16:26:43 WIB. Tahun 2009 merupakan tahun kabisat istiwa utama terjadi pada hari Kamis , 28 Mei 2009 dan 16 Juli 2009. Pada waktu tersebut semua bayangan benda yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi menunjukkan arah kiblat. Momen itu sangat baik dimanfaatkan oleh umat Islam untuk mengoreksi arah kiblat masjid, musholla, langgar atau tempat lainnya yang mungkin belum tepat. Tentu saja harus dilakukan dengan teknik yang benar dan tepat, sehingga menghasilkan arah kiblat yang cukup akurat.

Beberapa langkah yang dilakukan untuk meluruskan arah kiblat dengan menggunakan cara ini sebagai berikut :
1. Tentukan masjid/musholla/ langgar/rumah/tempat lain yang akan diluruskan arah kiblatnya.
2. Siapkan tongkat lurus sepanjang 1 sampai dengan 2 meter dan benang berbandul sepanjang kurang lebih 2,5 meter serta arloji yang sudah dikalibrasi/dicocokkan waktunya dengan radio/tv/internet.
3. Cari lokasi yang datar di dalam/sekitar masjid/musholla/ langgar/rumah/tempat lain yang masih mendaptkan penyinaran matahari pada antara jam 16.00 – 16.30 WIB.
4. Pasang tongkat secara tegak lurus di lokasi yang sudah ditentukan dengan bantuan pelurus berupa benang dan bandul. Pemasangan ini harus sudah selesai sebelum pukul 16.00 WIB.
5. Tunggu sampai istiwa utama terjadi (28 Mei 2009 pukul 16:27:56 WIB./ 16 Juli 2009 pukul 16:26:43 WIB). Amatilah bayangan tongkat pada jam tersebut dan berilah tanda dengan menggunakan spidol atau benang kasur yang dipakukan atau alat lain yang dapt membuat garis lurus.
Karena peristiwa ini di Indonesia terjadi pada sore hari, maka bayangan mengarah ke tenggara. Bila berada di luar gedung dan ingin diaplikasikan ke dalam gedung, maka bisa menggunakan tali, susunan tegel lantai atau pantulan sinar matahari menggunakan cermin dengan menyejajarkan dengan bayangan tongkat tersebut.

Bagi yang akan melakukan pelurusan/koreksi arah kiblat, sebaiknya terlebih dahulu melakukan orientasi pada satu atau dua hari sebelumnya agar pada hari H betul-betul sudah siap dan terlatih. Selamat mencoba!.

Drs. Sa’ban Nuroni, MA
Sekretaris Badan Hisab Rukyat
Kanwil Dep. Agama Prop. D.I. Yogyakarta

About CakTip

Pelayan santri-santriwati Pondok Modern Arrisalah Program Internasional di Kota-Santri Slahung Ponorogo Jawa-Timur Indonesia K. Post 63463. Lahir di Segodorejo Sumobito Jombang JATIM di penghujung Ramadhan 1395 H. Pernah bantu-bantu di IPNU Sumobito Jombang, IPM SMA Muh 1 Jombang, beberapa LSM, karya ilmiah, teater, dll. Lagi demen-demenya sama design grafis (corel). Sekarang lagi ngarit rumput hidayah di lapangan perjuangan PM Arrisalah. Sekali waktu chekout ke beberapa tempat yang bikin penasaran untuk nambah ilmu. Duh Gusti! Nyuwun Husnu-l-Khatimah!

Posted on 30 Mei 2009, in Agama, Pemikiran and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: