Tato (Tinjauan Budaya)

Opo Yo Tato?

Opo Yo Tato?

Tato dalam bahasa

  • Tahiti              : Tatau.
  • Maori              :Moko
  • Jepang            : Ire Zumi
  • Mentawi         : Titi
  • Tetun              : Hedi

Setiap daerah mempunyai aturan tersendiri dalam menggunakan gambar tato yang akan menghiasi tubuh putra atau putri Mentawai. Setiap gambar ada maknanya, dan ada kode-kode tertentu yang dilukiskan di sana. Tato seperti punya bahasa tersendiri, tato adalah pakaian abadi, mereka malu jika tidak mempunyai tato, mengutip pendapat Angkaino masyarakat Mentawai (Oleh Ady Rosa dalam  buku tato).

Dalam beberapa sub-suku Dayak di Kalimantan, misalnya Dayak Kayaan hanya perempuan-lah yang mentato tubuhnya, bagi mereka tato adalah atribut kecantikan dan kebanggaan, dan mereka yang tak bertato akan merasa lebih rendah dari pada yang bertato. Tato keindahan untuk status sosisl ini terdiri dari tiga macam.:

  1. Tedak (turun/keturunan) Kasaa, yaitu tato yang menutupi seluruh bagian kaki wanita dan disandang hanya oleh orang-orang dewasa.
  2. Tedak Usuu, yaitu gambar-gambar tato yang menutupi tangan mereka.
  3. Tedak Hami, yaitu tato yang dibuat pada kedua paha.

Tidak ada bangsa di muka bumi ini yang mengenal fenomena tato (ungkap Harly Darisin)

ORANG-ORANG DAYAK KENYAH, mentato tubuh mereka di dalam rumah adat yang dibangun khusus untuk mentato.

Reclaiming tato

Eksistensi tato yang terasosiasikan dengan “Dunia bawah” (Pelacur Jepang dan kriminalitas), setelah selama pasang surut tahun 1200, tato dalam konteks ini dipakai sebagai tanda penghukuman masyarakat Ainu. Dulu kaisar Jimmu Tenno menghargai tato dari aspek keindahannya, namun kaisar-kaisar berikutnya sebaliknya mereka menggunakan tato secara lain, yaitu mentatokan image-image tertentu pada tubuh kriminal yang tertangkap, dan setelah perang dunia kedua tato secara eksklusif terasosiasikan dengan gangster-gangster atau Yakuza.

Kasus khusus mengenai tato di Indonesia

Fenomena tahun 1983, : media massa kerap kali menampilkan tato yang ada pada tubuh penjahat yang tertangkap atau pada orang yang dijadikan tersangka.

Tato penjara tahun 1960-an dan 1970-an : dengan ciri teknik yang kasar dan biasanya hanya berupa tulisan dan dibuat ketika berada dalam penjara.

Fenomena ‘PETRUS” (pembunuh misterius), pada era 1980-an. Tato di indonesia memperoleh makna khusus, Disartikulasi terkampanyekan dari GALI (Gabungan Anak Liar), yang mati atau dibunuh secara berantai oleh sekelompok tangan profesional. Kebanyakan GALI punya tato, lebih ironis lagi tidak ada proses hukum bagi mereka. Pada pemilu 1992. mereka dipekerjakan oleh partai GOLKAR, namun setelah GOLKAR menang mereka dicampakkan begitu saja.

  • Pemerintah ingin membersihkan diri dari penjahat, dan “mengamankan” kehidupan masyarakat, pernyataan politis dari pemerintah yaitu men-generalisasi tato secara salah.
  • Pemerintah Orde Baru pada saat itu mengatakan bahwa daya tarik tato itu adalah indikasi dari sebuah kekuatan yang dimanifestasikan oleh perbuatan penjahat di mana saja.(Siebel.T. James, PENJAHAT GAYA ORDE BARU, Yogyakarta,LKiS 2000).
  • Pada hampir semua perusahaan tidak ada yang mau mempekerjakan pegawai yang bertato apalagi pegawai pemerintah (PNS, TNI POLISI)


About CakTip

Pelayan santri-santriwati Pondok Modern Arrisalah Program Internasional di Kota-Santri Slahung Ponorogo Jawa-Timur Indonesia K. Post 63463. Lahir di Segodorejo Sumobito Jombang JATIM di penghujung Ramadhan 1395 H. Pernah bantu-bantu di IPNU Sumobito Jombang, IPM SMA Muh 1 Jombang, beberapa LSM, karya ilmiah, teater, dll. Lagi demen-demenya sama design grafis (corel). Sekarang lagi ngarit rumput hidayah di lapangan perjuangan PM Arrisalah. Sekali waktu chekout ke beberapa tempat yang bikin penasaran untuk nambah ilmu. Duh Gusti! Nyuwun Husnu-l-Khatimah!

Posted on 5 Mei 2009, in Artikel, Budaya and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. assalamuaalaikum tad…dah tau kabar dari alumni tentang capres belum?wslam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: