Menuju Surga

Hidup Mulia Sepanjang Masa

الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ
مَنْ أَرَادَ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّه فِي الدِّيْنِ

1. HARAPAN ALLAH
Tidak ada kehidupan yang sangat mulia, dan arti hidup yang sebenarnya, kecuali di surga. Dan tidak ada kehidupan yang abadi kekal, kecuali di akhirat kelak, mungkin di surga atau bisa jadi di neraka. Allah menghendaki kita berada di surga, abadi selama-lamanya. Amiin.!
 {يونس: 25}

2. HIDUP ADALAH KARUNIA ALLAH
Hidup bukan datang dengan sendirinya, tetapi betul-betul atas kehendak Allah, atau bukan kebetulan. Segala-galanya dari Allah, dan pasti ditentukan nasib dan lamanya hidup oleh Allah. Jangan sampai merasa tidak diberi Allah, atau malah merasa bahwa hidup adalah milik kalian dan terserah pada kalian.
 {الملك: 2}

3. HIDUP ADALAH UJIAN
Selama hidup, manusia dalam ujian. Hasil ujian tidak diberikan ketika orang masih dalam ujian, hasilnya akan diberikan di akhirat kelak. Bisa saja ujian soalnya sulit atau mudah. Allah menguji seseorang dengan yang serba baik, atau bahkan dengan yang serba buruk. Ketika mendapat kemudahan atau kebaikan harus bersyukur, ketika ditimpa kesulitan atau musibah harus bersabar. Setiap hari harus bertambah baik, sehingga nilai akhir adalah lulus ke surga.

4. TANTANGAN HIDUP
Siap atau tidak siap, sedikitnya setiap orang akan menghadapi 3 tantangan hidup, yang cukup berat; yaitu dorongan hawa nafsu yang jahat, godaan syetan sepanjang hidup, dan ujian Allah SWT.
 Hawa nafsu, inginnya enak, bebas, dan cepat.
 {يوسف: 53}
 Syetan, menyesatkan manusia supaya bertentangan dengan syari’ah dan menjahui jalan yang lurus (Islam).
 {االأعراف: 16}
 Ujian Allah, untuk mengetahui siapa yang paling bertaqwa.
 {الأنبياء: 35}

5. PRESTASI HIDUP
Predikat tertinggi sebagai prestasi hidup seseorang di hadapan Allah nanti adalah taqwa. Dengan sendirinya, tempat yang sangat mulia dan prestisius itu adalah surga yang abadi selama-lamanya. Taqwa bisa dicapai dengan iman, ibadah, amal sholeh dan kebajikan-kebajikan yang benar, berkwalitas dan masyru’ (sesuai tuntunan Rasulullah SAW) serta ikhlas hanya karena Allah semata.
 {الحجرات: 13}
 {الدخان: 51-52}
 {الحشر 20}

6. PERTOLONGAN ALLAH DALAM KEHIDUPAN
Mau mengakui atau tidak, bahwa hidup seseorang adalah dari Allah dan dari pertolongan Allah. Makhluk manapun di muka bumi, baik yang kafir atau yang muslim diberi rizki oleh Allah. Tetapi yang kafir di akhirat kelak, tidak mendapat apapun, bahkan malah mendapat siksa. Adapaun orang yang benar-benar muslim akan mendapat akhirat plus, pertolongan, barakah dan ziyadah di dunia. Apalagi kalau menolong agama Allah atau memperjuangkannya. Ingat! Yang menjamin kehidupan apapun hanyalah Allah SWT.
 {هود: 3}
 {الشورى: 30}
 {محمد: 7}
 {المؤمن: 51}

7. MEMPERPANJANG HIDUP
Panjang atau pendeknya hidup berada di tangan Allah. Kalau ajal sudah datang, tidak seorangpun yang bisa menundanya. Walaupun ia ingin bertobat atau beramal sebanyak mungkin sekalipun. Yang bisa bertahan dan menyambung amal kebajikannya hanyalah 3 perkara:
 صدقة جارية Maka kita harus berharta.
 علم ينتفع به Maka kita harus mengajarkan ilmu manfaat (menjadi guru) kepada siapapun.
 ولد صهالح يدعو له Maka kita harus punya anak, dan anak kita harus dididik betul-betul (faham agama), jangan kepalang tanggung.
 إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ أَوْ عِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُوْلَهُ {رواه مسلم}

8. LINGKUNGAN HIDUP YANG BAIK
Harus dimulai dari kehidupan keluarga yang Islamy, bukan ala barat. Sedikitnya, ayah dan ibu menjadi contoh keluarga dalam menerapkan kewajiban-kewajiban Islam, seperti: Sembahyang, membaca Al-Quran, berdo’a, dan sesuai sunnah dan ajaran-ajaran Islam. Lama-kelamaan akan menjadi kebiasaan, tradisi dan lingkungan Islamy.
 كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يَمَجِّسَانِهِ{ متفق عليه}
 { البقرة: 208}

9. KEHIDUPAN YANG BAHAGIA DALAM KELUARGA
Rasa bahagia, bermuara dari hati. Sedangkan hati adalah kerajaan dan kekuasaan Allah. Oleh sebab itu, hati yang tidak disertai iman atau keyakinan yang kuat kepada Allah, pasti gersang, tidak puas (ngangah-ngangah), bahkan berontak. Maka apapun dan siapapun yang bersangkutan dengan seseorang, harus didasari iman atau Islam. Ingat nasehat Rasulullah SAW, ada 4 hal yang menyebabkan seseorang merasa bahagia:
 Suami atau istri yang sholih dan sholihah, jadi harus memilih.
 Anak-anaknya berbakti kepada orang tuanya, jadi harus dididik dan dibesarkan di lingkungan yang agamis.
 Kawan-kawannya dari orang-orang yang sholeh, jadi harus pandai-pandai memilih kawan.
 Rizkinya harus di kampung halamannya, jadi harus berusaha punya sumber riziki yang dekat, sewaktu-waktu bisa diambil atau dibunakan bila diperlukan.
 أَرْبَعٌ مِنْ سَعَادَةِ الْمَرْءِ، أَنْ تَكُوْنَ زَوْجَاتُهُ صَالِحَةً، وَأَنْ يَكُوْنَ أَوْلاَدُهُ أَبْرَارًا، وَأَنْ يَكُوْنَ خُلَطَاؤُهُ صَالِحِيْنَ، وَأَنْ يَكُوْنَ رِزْقُهُ فِي بَلَدِهِ {الحديث}

10. MENEJEMEN KEHIDUPAN DALAM KELUARGA
Tidak ada menejemen yang paling baik, paling sempurna dan paling canggih untuk mengatur kehidupan sosial atau keluarga, kecuali dengan menejemen sholat berjama’ah. Sholat= salam, artinya kesejahteraan atau keselamatan. Prakteknya, ma’mum harus mengikuti imam dengan baik. Seandainya imam bersalah boleh ditegur, tetapi dengan bijaksana, sehingga sholat jama’ahnya tidak batal atau berhenti. Bahkan niat antara imam dan ma’mum harus sama, sehati dan saling menjaga ketenangan atau tuma’ninah, dengan niatan ibadah kepada Allah SWT.
 {العنكبوت: 45}

11. TOLONG MENOLONG DALAM KEHIDUPAN
Adalah buah dari persaudaraan. Tolong-menolong diperbolehkan dengan siapa saja, tanpa dibatasi oleh agama, golongan, ras atau bahasa, asalkan saling menguntungkan dan positif. Apalagi tolong-menolong antara kita satu agama, satu negara, satu pondok atau tunggal guru. Tolong-menolong dalam Islam tidak hanya dalam urusan duniawy tetapi juga dalam urusan ukhrawy. Saling membetulkan, saling menasehati, saling mendo’akan, betul-betul dianjurkan oleh Islam. Sebaliknya; saling merugikan dan bermusuhan dilarang oleh agama. Hasilnya, saling mendapatkan untung dunia-akhirat dan mengurangi beban penderitaan. Ingat nasehat agama,
 {المائدة: 2}
 {الحجرات: 10}
 {العصر: 3}
 {البقرة: 185}

12. MENCARI SUMBER PENGHIDUPAN YANG HALAL
Mencari rizki dalam Islam hukumnya wajib, untuk memenuhi kebutuhan dirinya, keluarganya, bahkan untuk beribadah dan menopang perjuangannya. Usaha apa saja boleh dilakukan, asal halal dan diperbolehkan oleh agama. Sebaik mungkin, dan sebanyak mungkin. Tetapi harus diyakini bahwa semua reziki datangnya dari Allah, demikian juga besar dan kecilnya. Mencari rizki harus diniati untuk ibadah kepada Allah yang disertai taqwa dan doa’ kepada Allah. Insya-Allah akan dimudahkan, dilapangkan dan dijadikan berbarokah dan mendapat pahala. Dan setelah mendapatkan rizki harus bersyukur kepada Allah dan tidak beranggapan bahwa dapatnya rizki itu dari kepandaiannya atau dari menejemennya.
 {الرعد: 26}

13. HIDUP ALA BINATANG
Setiap mukmin percaya sepenuhnya kepada Allah SWT, dan taat patuh terhadap syari’ah-Nya. Sebaliknya, orang kafir mengingkari Allah, dan syari’ah-Nya. Tujuan utama dari hidupnya tak ubahnya hanyalah ala binatang, yang hanya berkisar makan, tidur dan kawin. Sebagaimana yang Allah ceritakan dalam Al-Quran,
 {محمد: 12}

14. STANDAR SUKSES DALAM KEHIDUPAN
Karena terbiasa melihat dunia dan hidup dalam dunia, maka kebanyakan orang sangat terpengaruh oleh dunia, padahal:
 Dunia ini bukan tujuan, tetapi hanya jembatan. Maka sukses dalam dunia bukan jaminan sukses di akhirat kelak.
 Untuk hidup sukses di akhirat, harus mengikuti petunjuk dari pemilik akhirat. Jadi setandarnya bukan keenakan di dunia, tetapi bisa jadi sebaliknya. Mengikuti petunjuk Allah di dunia dan menjalaninya dangan baik itulah yang mengantarkan sukses sebenarnya di akhirat kelak.
 {آل عمران: 185}
 {يونس: 25}
 {الأعلى: 17}

15. CITA-CITA HIDUP DAN PROGRAM HIDUP
Orang hidup harus berprogram. Dan programnya tidak boleh menyimpang dari kehendak Allah, sebab Allah yang memiliki diri manusia dan apa saja yang dimilikinya. Kehendak Allah; tujuan manusia hidup adalah lillah, lill’ibadah, dan mardlatillah, maka program hidupnya harus meniru Rasulullah SAW. Supaya hidupnya sesuai dengan harapan Allah, yaitu mulia terhormat di akhirat bertempat di surga selama-lamanya, amiin.!
 {الأحزاب: 71}

* Disampaikan Oleh: K.H. Drs. Muhammad Ma’shum Yusuf
(Pimpinan Pondok Modern Arrisalah Program Internasional Kota-Santri Slahung Ponorogo Jawa-Timur Indonesia 63463Dalam Acara: Pengarahan Pimpinan Pondok dan Reuni Alumni KMI Arrisalah)
Pada: 11 Syawal 1429 H/11 Oktobner 2008

About CakTip

Pelayan santri-santriwati Pondok Modern Arrisalah Program Internasional di Kota-Santri Slahung Ponorogo Jawa-Timur Indonesia K. Post 63463. Lahir di Segodorejo Sumobito Jombang JATIM di penghujung Ramadhan 1395 H. Pernah bantu-bantu di IPNU Sumobito Jombang, IPM SMA Muh 1 Jombang, beberapa LSM, karya ilmiah, teater, dll. Lagi demen-demenya sama design grafis (corel). Sekarang lagi ngarit rumput hidayah di lapangan perjuangan PM Arrisalah. Sekali waktu chekout ke beberapa tempat yang bikin penasaran untuk nambah ilmu. Duh Gusti! Nyuwun Husnu-l-Khatimah!

Posted on 20 Maret 2009, in Drs. KH. Muhammad Ma'shum Yusuf and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. assalamu ‘alaikum ustadzi Ma’shum yusuf dos pundi kabare yi, sehat sehat saja kan?
    ha ana tadz, Agus Sulamul Hadi Tulungagung, lama sudah sy ga silaturahmai ke risalah gundik slahung, dulu waktu masih babatnya saja sy kesana setelah it u setelah 25th an .sy buka internet ini wah luar biasa Allah Akbar.
    ini alamat emai aku ustadz : agussulamulhadi@yahoo.com
    wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: