Do It! Don’t Talk Only!

Manusia diberi hadiah Tuhan dalam penentuan langkah hidupnya dengan berbagai usaha (سَعْيٌ)  dengan berbagai tahapan keilmuan, metodologi, analisa data, pertimbangan kebijakan, pelajaran masa lalu, dan hidayah.  Maka wajib hukumnya menentukan segala langkah dengan pertimbangan keilmuan mapan, pengalaman pribadi dan orang lain yang untuk kemudian dirumus-rencanakan dalam plan hidupnya untuk secara sungguh-sungguh ia usahakan.  Maka prinsip hidup; mengalir mengikuti sungai kehidupan saja, tidak usah neko-neko melawan arus, adalah kejumudan sikap yang harus dikikis.   Sikap pasrah diawal usaha adalah kekonyolan yang tidak dikehendaki Tuhan,   ada pepatah Arab yang masyhur bagi santri kelas 1 Pondok Modern (جرب و لحظ تكن عارفا)  ”Cobalah (dengan perencanaan mapan) lalu usahakan sekuat tenaga, baru evalusai untuk dibenahi kembali segala kekurangan, dan sandarkanlah hasil apa Tuhan”.
Sikap pasrah sebelum usaha sungguh-sungguh akan menghasilkan sosok manusia ‘malas’ yang menyerahkan hasil hidupnya begitu saja kepada Tuhan.  Muhammad adalah manusia yang paling manusia.   Segala cobaan hidup tidak membuatnya mengangkat bendera putih terhadap keadaan.  Usahanya luar biasa untuk merubah apapun yang ia yakini dengan memanfaatkan berbagai fasilitas yang Tuhan berikan (harta-benda, tenaga, pemikiran, bahkan nyawanya).  Barulah ia pasrahkan hidup-matinya kepada Kekasih-abadinya itu.
Sungguh!  banyak pula orang yang hanya berencana tanpa mau menghasilkan usaha apapun.  Omong kosong manusia bisa memetik hasil tanpa menanam, mustahil berharap kemenangan tanpa perjuangan,  mana ada keberhasilan tanpa ujian.
Kesulitan hidup, penderitaan, kesengsaraan dan perbagai ujian serta cobaan adalah jalan Tuhan untuk  merangkul kesadaraan kemanusiaan manusia atas takdirnya untuk berusaha terlebih dahulu baru menyerahkan totalitas kehendak kepada-Nya.
Konflik kepentingan banyak bersliweran di benak-pemikiran tak kala memulai langkah.  Kebingungan hanya terjawab dengan hidayah.   Tidak ada jalan perencanaan, usaha, dan kepasrahan tercanggih kecuali dengan metodologi Tuhan,  sebab Ialah yang paling tahu akan manusia.  Seban Ia-lah yang mneghadirkan manusia dengan berbagai takdir yang menyertai.
Jangan cuma ngomongin teori, metodologi!  Kerjakan saja yang menurut kita terbaik diantara sekian pilihan!  Kawal dengan sekuat tenaga!  Evaluasi segala sesuatunya! Pasrahkan segala hasilnya kepada Ia!
JANGAN BANYAK OMONG! KERJA YANG BANYAK!
Bilik Nusantara I/7 15.34 WIB

2 Tanggapan to this post.

  1. emin,emin…berkah tuhan !
    maaf, saya belum mengerti betapa menyia-nyiakannya satu detik di kelas antum . sastra arab….sungguh,,,sastra….

    wah, tad t4 sharingnya di tab mana nih ko ga ada? kan seru,

    Balas

  2. Hehe…, wah nih Nanda… Bisa-bisanya ngeblog…. Kembangkan terus. Blognya bagus itu… doa kami menyertai

    Balas

Tanggapi posting ini